TRUE LOVE NEVER RUNS SMOOTH


This weblog created by me...Just for Fun...You must try to visit my weblog...Surely Enjoy & Fun Beb enjoyed...


Today's Love Quote






::SHOUT TO ME::






''Dream what you want to dream, go where you want to go, be what you want to be, because you have only one life and one chance to do all the things you want to do"






::YOUR HOROSCOPE::







Horoscope for Aquarius
22 Jun 2004
This is a fine day for interests of the heart and other fun times. You may cause a fuss if you come on too strongly in public. You can get your point across if you don't beat around the bush.

Kwiz.Biz Daily Horoscopes for your Blog



::TODAY'S QUOTE::





My Japanese name is Haniko Kashiwagi.
Take The Kawaii Japanese Name Generator by Shuichigami today!
Created with Rum and Monkey's Name Generator Generator.


<< November 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30


TRUE LOVE NEVER RUNS SMOOTH



Please do not hasitate to send me an email if u have any comment about my materials...Thank You For Supporting Me






::MY GENGS::





ceqtie 
* rnysa 
* langsat  * azya 
* my website 
* ciklilin  * max  * mat jan 
* darkampo  * makandeh  * pakdi 
* cikgu midad  * zaza  * adk 
* sultanmuzaffar  * tipahvogue  * mosquitoz 
* tudungpurple  * maya  * iwan 
* joliekins  * viva  * tok rimau 
* toksik  * cikdaun  * rudy 
* fajar  * spyz  * Puteri Elaira Eliza 
* P-Nut  * amyz  * kak ros 
* syati  * jiGOMorrison 
* salji  * khalilur  * kuntum 
* lyna  * kak G  * riz 
* diyana  * gnela  * nonie 
* pijah  * madulebah  * zhoulsz 
* hanyasayang  * wkdin  * ellene 
* dinn  * mely  * cekedis 
* merry  * rick darkness  * nixk 
* sharul myroutine  * suriram 
* manmoncang  * seriadriani  * azell 
* mawar  * mushroomcute  * ct cute 
* walinungsari  * suraya  * ezwan 
* susan  * cipong  * emma 
* tahrizi  * pak long  * seriadriani haliku maliku 
* zino  * adreen  * melor 
* kak ngah 
* LUcinDa 







::SUPPORTERZ::



* novel 


* LengLoy 


* Melayusatu 


* BlogDrive 


* OnlineDegrees 


* Blogger 


* Blogskins 


* Bravenet 


* Image Hosting 


* Blajar Omputih 

* CoolQuotes 

* Picture Upload 






If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed

Sunday, November 05, 2006
Ketika Sakaratul Maut Menghadapi RASULULLAH S.A.W

Utk Renungan Bersama.

Mungkin kita terlupa dgn artikel ini.  Detik-detik Rasulullah SAW Menghadapi Sakaratul Maut.  Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan  sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan kutbah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Ku wariskan dua perkara pada kalian, Al-Qur'an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku." Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap  sahabatnya satu persatu.


Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar adanya naik  turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," keluh hati semua sahabat kala  itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan  cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu.

Matahari kian  tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan  membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan  salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang  demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah  ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur  Fatimah lembut.  Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata  Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.  Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"  "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Ku haramkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat  Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.


Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.  "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan  dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak  membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku", peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan."Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku" Dan berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

Berpesan-pesanlah kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesedaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita. Kerana sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka.
   
Amin....

Posted at 11/5/2006 6:09:37 pm by chakerlatt

ginz
November 16, 2007   10:00 AM PST
 
membakar semangat untuk bisa banyak memberi dan mencintai seperti Rasulullah.
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home